Koramil Jajaran Kodim Tabanan menerima OJT MTT Danramil dan Babinsa, Ini Penekanan yang disampaikan .



.

Tabanan,   www.ketiklagi.com  -  Setelah dibuka beberapa hari yang lalu di Aula Ngurah Rai Rindam IX/Udayana, MTT ( Mobile Team Training) Danramil dan Babinsa TNI - AD Kodam IX/Udayana TA.2022 yang diselenggarakan oleh Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menerima pembekalan materi dari para narasumber dan pemateri selanjutnya saat ini peserta MTT yang terdiri dari Danramil dan Babinsa dari Satuan Komando Kewilayahan Jajaran  Kodam IX/Udayana melaksanakan kegiatan Aplikasi lapangan atau OJT (On  The Job Training) yang diantaranya dengan mengunjungi Koramil-Koramil Jajaran Kodim 1619/Tabanan, pada hari Kamis (27/1/2022) 

.

Menurut Kepala Staf Kodim 1619/Tabanan Mayor Inf Dewa Putu Oka adapaun Koramil-Koramil Jajaran Kodim 1619/Tabanan yang menerima  OJT  MTT  Danramil dan Babinsa Jajaran Kodam IX/Udayana tahun 2022 yaitu Koramil 1619-02/Selemadeg, Koramil 1619-04/Kediri, Koramil 1619-06/Marga, Koramil 1619-07/Baturiti dan Koramil 1619-08/Penebel.


Untuk Kegiatan aplikasi lapangan OJT peserta MTT di  Koramil 1619-02/Selemadeg diterima oleh Danramil  Kapten Inf  I Made Sudiarcana, Koramil 1619-04/Kediri diterima oleh Danramil Kapten Inf Putu Sumarnia dan personel Koramil demikian juga di Koramil Marga, Baturiti dan Penebel, terangnya.


Ia menambahkan setelah perkenalan kegiatan dilanjutkan dengan menyampaikan terkait Satuan Koramil masing-masing dan wilayah binaannya serta Kemampuan dan Pengetahuan yang wajib dimiliki oleh Aparat Teritorial selaras  dengan arahan pimpinan TNI AD bahwa “TNI AD sebagai salah satu komponen pertahanan nasional matra darat, dalam menjalankan amanat UU No 34 tahun 2004, memiliki tugas Operasi Militer Perang (OMP) juga menjalankan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), di mana di dalamnya peran TNI AD membantu menanggulangi akibat bencana, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan serta memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.


Adapun hal  tersebut  disampaikan oleh Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P untuk  menindak lanjuti arahan pimpinan agar disampaikan oleh Jajaran Koramil penerima OJT  kepada peserta OJT  MTT dan ia menilai penekanan tersebut teramatlah penting  dan telah dijabarkan sebagai bekal aparat teritorial yaitu harus memiliki  Lima Kemampuan Teritorial dan meningkatkan kepedulian dengan peduli deteksi dini dengan  3 D, peduli cegah dini 3 L dan peduli lapor cepat dengan SSK.


Terkait Pembinaan Teritorial (Binter) Dandim mengingatkan kembali kebijakan TNI AD  bahwa Binter dilaksanakan secara individu atau dalam hubungan satuan untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan wilayah pertahanan  dan kekuatan pendukung dan kemanunggalan tni rakyat sesuai kewenangan dan peraturan perundang undangan untuk tercapainya tugas pokok  TNI AD.


Kemudian lebih lanjut sebagai apter haruslah senantiasa  memupuk Sikap Pembinaan Teritorial diantaranya  dengan Senyum teritorial, Tegur sapa, Saling menghargai, Saling membantu, Gotong royong, Tata krama dan Penyesuaian diri/adaptasi dengan methode Pembinaan Teritorial  yaitu Pembinaan bhakti TNI, Pembinaan Ketahanan Wilayah dan Pembinaan Komunikasi Sosial dengan terus mengembangkan sifat teritorial yaitu Kebersamaan, Musyawarah, Gotongroyong, Kekeluargaan dan  Manfaat.


Sedangkan Komunikasi Sosial sebagai methoda diimplementasikan melalui  menyampaikan pikiran dan pandangan yang terkait dengan pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukung serta membangun, memelihara meningkatkan dan memantapkan kemanunggalan tni rakyat.


Selanjutnya Komunikasi Sosial diharapkan para aparat teritorial memiliki Kemampuan dalam berkomunikasi dengan komponen masyarakat dan aparat pemerintah terkait lainnya guna terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan yang memungkinkan timbulnya keinginan masyarakat untuk berpartisipasi pada kepentingan pertahanan, lanjutnya.


Dan yang terkahir sebagai Satuan Kewilayah juga dituntut untuk memiliki Tabulasi Data  catatan yang di tuangkan dalam bentuk tabel sebagai bahan untuk penganalisaan data terhadap data kejadian dan data Wilayah dengan menggunakan pola pikir hubungan sebab akibat kejadian yang terjadi di wilayah binaanya, pungkas Kasdim.


Kegiatan MTT yang dilaksanakan mulai dari tanggal 24 Januari hingga 29 Januari 2022 ini didampingi oleh para Pembina  masing-masing untuk mengarahkan para peserta dari mulai teori hingga prkatek dengan memgimplementasikannya di lapangan dalam OJT.


red

Post a Comment

Previous Post Next Post